Selasa, 11 Oktober 2016

Bekal Utama untuk Pensiun





         Dalam menghadapi masa pensiun yang menjelang, seorang dewasa pertengahan bisa jadi mengalami kecemasan. Marina (2009) menyampaikan bahwa pensiun sering diidentikkan dengan kecemasan yang tinggi akan masalah finansial dan perubahan lingkungan yang drastis. Menghadapi masa pensiun, sangat diperlukan Pelatihan Persiapan Pensiun, yang bisa dinilai baik, dan memberikan bekal dalam segi mental maupun finansial. 


            Dalam penelitiannya, Marina (2009) menemukan bahwa kesiapan individu dalam menghadapi pensiun dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu :

A. Kesiapan secara finansial

B. Kesiapan secara mental

C. Adanya fungsi atau peran lain dalam kehidupan individu selain bekerja. 


Individu dengan persiapan yang baik cenderung memiliki penerimaan diri yang baik pula. Individu yang kurang memiliki persiapan yang baik maka penerimaan dirinya juga menjadi kurang baik.  Penerimaan diri diperlukan oleh individu, salah satunya di masa transisi. Masa transisi dapat dilewati dengan sukses apabila individu memiliki penerimaan diri yang baik. Salam satu masa transisi yang penting dalam kehidupan adalah masa transisi dari bekerja menuju pensiun. 


 Turner dan Helms (1995) dalam Noviyanti (2014) menyampaikan bahwa penyesuaian diri pada masa pensiun merupakan suatu proses psikologis dari individu agar mampu memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dan memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan, baik secara fisik maupun sosial, sehingga individu dapat membentuk suatu hubungan yang harmonis dengan lingkungannya dan tetap merasa puas dengan situasi yang baru


Lebih lanjut Turner dan Helms mengatakan bahwa penyesuaian diri pada masa pensiun meliputi 4 hal, yaitu :

  • Penyesuaian diri psikologis (psychological adjustment)
  • Penyesuaian diri financial (financial adjustment)
  • Penyesuaian diri perkawinan (marital adjustment) dan
  • Penyesuaian diri sosial (social adjustment)


Disimpulkan oleh Noviyanti (2014) bahwa Masa Persiapan Pensiun dapat dikatakan sebagai salah satu predictor yang menentukan kehidupan individu ketika sudah memasuki masa pensiun yang sebenarnya. Hasil penelitian dari Noone (2010) dari hasil penelitian yang dilakukan di New Zealand, dipaparkan bahwa perencanaan pensiun dapat memprediksikan kesejahteraan dari kehidupan individu. Karena dengan membangun konsep mengenai perencanaan pensiun, hal tersebut menjadi suatu proses yang memiliki potensi untuk membangun pemahaman seseorang mengenai pensiun


Thuku (2013), menyampaikan bahwa persiapan sebelum memasuki masa pensiun akan mempengaruhi kebahagiaan dari pensiunan. Selain itu, Reitzes & Mutran (dalam Wang 2011), memberikan hasil penelitian bahwa perencanaan pensiun merupakan salah satu variable yang mempengaruhi kualitas dari retirement adjustment. Terlihat dari beberapa pemaparan hasil penelitian bahwa perencanaan yang dilakukan individu ketika berada pada masa persiapan pensiun, akan memberikan dampak tersendiri pada kehidupannya nanti ketika memasuki masa pensiun yang sebenarnya. 


Dengan landasan Teori tersebut diatas, kami mengembangkan Training Masa Persiapan Pensiun dengan kekhasan ESQ. Fokus kami adalah mengembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual dari para calon purna karya. Bekal keterampilan Emosi dan Kecerdasan Spiritual ini, telah terbukti menghapuskan kecemasan  para peserta, dan membuat mereka memiliki mindset yang tepat untuk menyambut masa pensiun dengan bahagia, bermakna, bertujuan, dan penuh karya. 

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Program ESQ Masa Persiapan Pensiun (MPP), anda bisa melihat website kami di : www.esqmpp.com       
 


Tags :  konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar