Kamis, 12 Januari 2017

Dubes Arab Saudi dan Ary Ginanjar Saling Mendukung



Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Mr. Osamh Muhammed A. Alshuibi bersilaturrahim ke ESQ di Menara 165, Kamis (12/01). Kedatangan wakil pemerintah Arab Saudi di Indonesia tersebut disambut langsung oleh founder ESQ Ary Ginanjar Agustian di ruang kerjanya. Keduanya berbincang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala lewat nama-nama Allah dalam Asmaul Husna.


Ary menyampaikan bahwa bahkan dengan mengamalkan Asmaul Husna, pasukan khusus kepolisian Republik Indonesia yang pada saat terjadi demo besar-besaran dalam Aksi Bela Islam baru-baru ini, mampu menyatu dengan para jamaah demo Bela Islam. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Dia juga menyampaikan bahwa Menara 165 memiliki Masjid Tertinggi dengan bertuliskan lafadz Allah pada kubah yang terletak di puncak gedung tersebut. “As Moslems in Indonesia, we are now have a highest Mosque which located on the top floor of this building Menara 165,” ujar Ary yang disambut bangga oleh Duta Besar Arab Saudi.


Pada kesempatan itu dubes Arab Saudi menyatakan kebahagiaannya bertemu dengan Ary Ginanjar Agustian. Dia mengatakan bahwa sudah menyukainya bahkan sebelum bertemu dengan Ary sore ini. “I like him before I see him. He care a lot of Islam dan Asma Allah. Anda we have something in common to work together. And the Saudian and Indonesian relationship is very good. The Saudian like to come to Indonesia especially for the tourism,” terangnya kepada ESQ-News.com & ESQ Life Magazine.


Saat dia mengetahui bahwa salah satu anak perusahaan ESQ Group yaitu ESQ Tours & Travel yang baru saja meraih predikat World Best Hajj & Umrah Operator di WHTA 2016, dia mengatakan bahwa hal tersebut tentu sangat membanggakan. Duta besar Arab Saudi juga mengatakan dalam bahasa Inggris bahwa mereka akan mendukung ESQ Tours & Travel selama mereka mengikuti aturan dan jujur kepada para jamaahnya.


Silaturrahim sore tersebut diakhiri dengan pemberian cendera mata antara Kedutaan Besar Arab saudi untuk Indonesia dengan ESQ yang disampaikan oleh keduanya.


Ingin tahu soal SDM dan HRD? Di Blog ini anda bisa mendapatkan referensi ilmiah dan populer mengenai berbagai hal Seputar SDM di Indonesia. Visit www.esqmpp.com atau hubungi Gina di 0856 9311 9026.

Selasa, 22 November 2016

Tips Hemat Keuangan 1

*Tips Hemat Keuangan 1*



Agar keluarga kita tetap sejahtera di masa Pensiun, kita bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mencegah agar tidak bangkrut di Masa Pensiun, yaitu :

   Berbelanja sayur dan bahan lauk secara mingguan, dan kemudian dimasak di akhir pekan untuk dijadikan stok lauk selama minggu tersebut. Lauk pauk yang kita buat ini tinggal dihangatkan saja saat kita ingin memakannya. Misalnya, kita bisa membuat nugget dan rollade daging sendiri. Penghematan bisa dilakukan lebih jauh dengan membawa makanan ini untuk bekal di kantor atau ke sekolah/ kuliah. Dengan cara ini, orangtua dan anak-anak pun berhemat, namun bisa tetap makan enak. Apabila anda tidak bisa memasak, anda bisa mengajak serta saudara atau tetangga yang pintar memasak, untuk mengajarkan anda caranya. Mengikuti kursus memasak juga akan sangat menyenangkan. Memasak sendiri bisa menghemat pengeluaran untuk lauk pauk hingga 50%nya.

Salam Pensiun Bermakna


Senin, 14 November 2016

Diperlukan : Solusi Pensiun Segera!

Rektor UGM, di website resmi UGM pada tahun 2010 menyatakan bahwa Sistem pensiun Indonesia Terburuk di Dunia. Hal ini karena berbagai faktor, diantaranya sistem komponen gaji yang terlalu dipecah dalam beberapa bagian, diantaranya berbagai macam tunjangan, hingga menyebabkan uang pensiun yaitu 75% dari gaji pokok, menjadi sangat kecil bila dibandingkan dengan gaji sebelum pensiun.

Pernyataan rector UGM ini diakui benar oleh para pensiunan. Kejamnya sistem pensiun di Indonesia menyebabkan banyak pensiunan hanya menerima uang pensiun yang sangat kecil, dibandingkan dengan uang pensiun di Negara-negara lain. Kecilnya uang pensiun ini tentu saja menyulitkan bagi para pensiunan. Padahal, banyak kebutuhan yang meningkat di masa pensiunan, seperti meningkatnya dana untuk kesehatan.

Selama pemerintah belum bergerak untuk membenahi permasalahan sistem pensiun ini, solusi satu-satunya bagi para pensiunan adalah menemukan metode pengelolaan keuangan yang baik, agar uang pensiun atau pesangon bisa bertambah atau minimal tetap.

Pensiunan atau calon pensiunan, bisa menggunakan berbagai cara untuk mengelola keuangan mereka. Diantaranya dengan cara menabung, membuka deposito, pembelian obligasi, sukuk syariah, investasi saham, atau dengan cara lain seperti membuka bisnis modal kecil dan rendah resiko.

Namun kebanyakan dari kita belum mengetahui, cara-cara perencanaan keuangan yang mudah dan menguntungkan seperti apa. Atau bila ingin membuka usaha, bagaimana cara untuk membuka bisnis dengan modal kecil dan rendah resiko.

Untungnya, ada ESQ Masa Persiapan Pensiun, yang telah merumuskan jawaban untuk semua permasalahan diatas tersebut, ke dalam training singkat yang hanya beberapa hari saja. Pada tanggal 28-30 November 2016 ini, Training MPP Publik akan dilaksanakan, untuk memenuhi kebutuhan anda. Biayanya pun sangat murah, tidak sampai Rp. 5 juta rupiah, dan kita bisa mendapatkan ilmu mahal yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja, ilmu yang terbukti menjadikan banyak orang menjadi bahagia, sejahtera dan mencapai makna, di dalam masa pensiunnnya.

Untuk pendaftaran,
anda bisa menghubungi Koordinator acara MPP Publik :
Ririn Fajrina Solihati, di nomor telepon : 0822 – 9915 - 3339
Atau di kantor kami, dengan Irna (021) 2940 – 6969 ext 174




Selasa, 11 Oktober 2016

Bekal Utama untuk Pensiun





         Dalam menghadapi masa pensiun yang menjelang, seorang dewasa pertengahan bisa jadi mengalami kecemasan. Marina (2009) menyampaikan bahwa pensiun sering diidentikkan dengan kecemasan yang tinggi akan masalah finansial dan perubahan lingkungan yang drastis. Menghadapi masa pensiun, sangat diperlukan Pelatihan Persiapan Pensiun, yang bisa dinilai baik, dan memberikan bekal dalam segi mental maupun finansial. 


            Dalam penelitiannya, Marina (2009) menemukan bahwa kesiapan individu dalam menghadapi pensiun dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu :

A. Kesiapan secara finansial

B. Kesiapan secara mental

C. Adanya fungsi atau peran lain dalam kehidupan individu selain bekerja. 


Individu dengan persiapan yang baik cenderung memiliki penerimaan diri yang baik pula. Individu yang kurang memiliki persiapan yang baik maka penerimaan dirinya juga menjadi kurang baik.  Penerimaan diri diperlukan oleh individu, salah satunya di masa transisi. Masa transisi dapat dilewati dengan sukses apabila individu memiliki penerimaan diri yang baik. Salam satu masa transisi yang penting dalam kehidupan adalah masa transisi dari bekerja menuju pensiun. 


 Turner dan Helms (1995) dalam Noviyanti (2014) menyampaikan bahwa penyesuaian diri pada masa pensiun merupakan suatu proses psikologis dari individu agar mampu memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dan memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan, baik secara fisik maupun sosial, sehingga individu dapat membentuk suatu hubungan yang harmonis dengan lingkungannya dan tetap merasa puas dengan situasi yang baru


Lebih lanjut Turner dan Helms mengatakan bahwa penyesuaian diri pada masa pensiun meliputi 4 hal, yaitu :

  • Penyesuaian diri psikologis (psychological adjustment)
  • Penyesuaian diri financial (financial adjustment)
  • Penyesuaian diri perkawinan (marital adjustment) dan
  • Penyesuaian diri sosial (social adjustment)


Disimpulkan oleh Noviyanti (2014) bahwa Masa Persiapan Pensiun dapat dikatakan sebagai salah satu predictor yang menentukan kehidupan individu ketika sudah memasuki masa pensiun yang sebenarnya. Hasil penelitian dari Noone (2010) dari hasil penelitian yang dilakukan di New Zealand, dipaparkan bahwa perencanaan pensiun dapat memprediksikan kesejahteraan dari kehidupan individu. Karena dengan membangun konsep mengenai perencanaan pensiun, hal tersebut menjadi suatu proses yang memiliki potensi untuk membangun pemahaman seseorang mengenai pensiun


Thuku (2013), menyampaikan bahwa persiapan sebelum memasuki masa pensiun akan mempengaruhi kebahagiaan dari pensiunan. Selain itu, Reitzes & Mutran (dalam Wang 2011), memberikan hasil penelitian bahwa perencanaan pensiun merupakan salah satu variable yang mempengaruhi kualitas dari retirement adjustment. Terlihat dari beberapa pemaparan hasil penelitian bahwa perencanaan yang dilakukan individu ketika berada pada masa persiapan pensiun, akan memberikan dampak tersendiri pada kehidupannya nanti ketika memasuki masa pensiun yang sebenarnya. 


Dengan landasan Teori tersebut diatas, kami mengembangkan Training Masa Persiapan Pensiun dengan kekhasan ESQ. Fokus kami adalah mengembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual dari para calon purna karya. Bekal keterampilan Emosi dan Kecerdasan Spiritual ini, telah terbukti menghapuskan kecemasan  para peserta, dan membuat mereka memiliki mindset yang tepat untuk menyambut masa pensiun dengan bahagia, bermakna, bertujuan, dan penuh karya. 

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Program ESQ Masa Persiapan Pensiun (MPP), anda bisa melihat website kami di : www.esqmpp.com       
 


Tags :  konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang